3kka’s Weblog











{December 29, 2008}   TUGAS TAS SEMESTER 4

Topologi Jaringan Wirelles

Mode Root
Mode ini digunakan ketika Acces Point di hubungkan ke jaringan kabel melalui interface Ethernet

Mode Repeater
Di dalam mode repeater, access point mempunyai kemampuan menyediakan sebuah jalur upstream wireless kejaringan kabel

Mode Bridge
Pada mode bridge, access point bertindak seperti bridge wireless atau perantara Divece Bridge Wireless berfungsi menghububungkan dua atau beberapa jaringan kabel secara wireless

Orthoginal Channel Set
Channel set adalah sebuah set channel yang mempunyai jarak frekuensi yang cukup agar beberapa sambungan radio dapat ber operasi tanpa saling mengganggu

1. Tiga Orthogonal Channel Set

2.412 GHz channel 1

2.437 GHz channel 6

2.462 GHz channel 11

2. Empat Orthogonal Channel Set

2.412 GHz channel 1

2.432 GHz channel 5

2.552 GHz channel 9

2.572 GHz channel 13



{September 4, 2008}   tugas rsi


[entitas.JPG]

[kotex.JPG]



{September 3, 2008}  

SISTEM PENERIMAAN SISWA BARU

SMP 1 KERTEK

TAHAP I

(Kelompok 5)

DISUSUN OLEH :

UMI NADHIROH 07.0511.0113

EDY MUNAWAR 07.0511.0056

SHOFAUDDIN UZZA 07.0511.0094

NICO HADI SAPUTRA 07.0511.0074

SEKAR EKKA PRAMESTI 07.0511.0093

TEKNISI DAPODIK (D3TKJ) KELAS B

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG

2008

  1. PENDAHULUAN

Sistem Informasi berasal dari kata Sistem yang berarti suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau sub sistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan dan Informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk mengambil keputusan. Dari kedua hal diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem informasi adalah suatu kesatuan sistem yang menyajikan hasil dari pengolahan data yang lebih berarti yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk mencapai suatu tujuan.

Sistem informasi manajemen pendidikan merupakan sekumpulan sistem informasi yang saling berinteraksi, terkoordinasi secara terpadu, sehingga mampu mentransformasi data menjadi informasi yang berguna bagi para menejer pendidikan dalam melaksanakan peran dan fungsinya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan visi dan misi entitas organisasi pendidikan.

Dalam hal ini kita mengambil konsep tentang sistem informasi menejemn pendidikan guna membantu mempermudah pengolahan data dalam suatu organisasi atau instansi pendidkan. Yang dalam hal ini kami menyajikan suatu sistem informasi dalam Penerimaan Siswa Baru pada Sekolah Menengah Pertema (SMP). Hal ini di dasarkan pada pentingnya penerapan suatu sistem informasi untuk mempermudah pengolahan data dalam Penerimaan Siswa Baru.

  1. LATAR BELAKANG

SMP 1 Kertek adalah salah satu SMP Negeri yang telah berstandar Nasional yang lokasinya terletak di Karangluhur, Kertek, Wonosobo. Sekolah ini sudah berdiri agak lama, dan juga di sekolah ini telah lama memuat TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sebagai salah satu mata pelajaran wajib.

Dalam setiap tahunnya SMP 1 Kertek membuka Penerimaan Siswa Baru pada akhir tahun ajaran setelah usai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah. Untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi, khususnya di dunia pendidikan Indonesia, maka perlu dibangun suatu sistem informasi Penerimaan Siswa Baru di SMP 1 Kertek yang dapat diterapkan sesuai dengan keadaan dan kondisi di SMP 1 Kertek dan sekitarnya.

Pembuatan Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru ini perlu dilakukan demi tercapainya peningkatan kinerja sekolah, khususnya dalam hal Penerimaan Siswa Baru.

  1. RUMUSAN MASALAH

Proyek ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut :

      1. Bagaimana Sistem Penerimaan Siswa Baru yang telah diterapkan?

      2. Data-data apa sajakah yang dibutuhkan dalam proses Penerimaan Siswa Baru?

      3. Bagaimana langkah untuk membuat suatu sistem Penerimaan Siswa Baru yang lebih efektif dan efisien?

  1. TUJUAN

Adapun tujuan penerapan sisten informasi ini adalah :

  1. Mempermudah pengolahan data penerimaan siswa baru Sekolah menengah pertama (SMP).

  2. Memanfaatkan fasilitas komputer dan perangkat pendukung yang sudah tersedia.

  3. Menerapkan Mata Kuliah RSI kedalam kehidupan nyata.

  4. Mencapai efektifitas dalam setiap Penerimaan Siswa Baru.

  5. Mencapai efisiensi dalam setiap Penerimaan Siswa Baru.

  6. Mempermudah pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru.

  1. BATASAN MASALAH

Bagaimana sistem ini berjalan dan untuk siapa sistem ini dibuat berdasarkan sasaran pengguna antara lain, seorang Administrator Pendidikan, tenaga pendidikan atau seorang manajer dalam dunia pendidikan khususnya para Panitia Penerimaan Siswa Baru.

  1. METODOLOGI

  1. Observasi

Pencarian data yang diperlukan dalam penyusunan laporan analisi Penerimaan Siswa Baru ini kami menggunakan metode observasi dalam pendekatan dan perolehan data yang dibutuhkan. Hal ini dengan melakukan penelitian langsung ke instansi terkait.

  1. Wawancara

Dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan, kami melakukan wawancara kepada pihak terkait untuk memperoleh keterangan tentang bagaimana sistem Penerimaan Siswa Baru di SMP 1 Kertek.

  1. Diskusi Kelompok

Dalam diskusi kelompok yang kami lakukan kami membahas bagaimana hal-hal yang akan kami lakukan dan kerjakan untuk terselesaikannya tugas tahap 1 ini.

Tabel Kegiatan

Langkah-Langkah

Tanggal Kegiatan

Yang mengerjakan

Diskusi Kelompok (Pembagian Tugas)

10 Juli 2008

Semua Anggota (Edy M., Umi N., Sekar E.P., S. Uzza, Nico H.S.)

Pengumpulan Data dan Wawancara

15 Juli 2008

Umi Nadhiroh

Pembuatan konsep awal (Pendahuluan, Latar Belakang, Rumusan Masalah, Batasan Masalah, Metodologi)

18 Juli 2008

Umi N., Edy M., S. Uzza, Nico H. S.

Upload Data

18 Juli 2008

S. Uzza, Umi N.

Pembuatan diagram

20 Juli 2008

Umi N., Edy M.

Pembuatan Laporan

21 Juli 2008

Semua Anggota

G. IDENTIFIKASI ORGANISASI

  • Nama Organisasi : SMP 1 Kertek

  • Alamat : Karangluhur, Kertek, Wonosobo

  • Bidang gerak : Pendidikan (Sekolah Menengah Pertama)

  • Contact Person : Telp . (0286) 329157

  1. DESKRIPSI

  1. Nama Sistem : Sistem Penerimaan Siswa Baru (PSB) SMP 1 Kertek

  2. Tujuan : Mencapai efektifitas dan efisiensi Penerimaan Siswa Baru di SMP 1 Kertek dalam menerima calon siswa ber-SDM tinggi.

  3. Penanggung Jawab Sistem : Panitia Penerimaan Siswa Baru

  4. Model Sistem yang sedang berjalan :

    1. Struktur Organisasi Sekolah

Kepala Sekolah : Parwanto, S.Pd.

Wakil Kepala : Supriyanto, S.Pd.

Wa.Ka. Ur. Kurikulum : Sobron Nur J., S.Pd., Sukarno, S.Pd.

Wa.Ka. Ur. Kesiswaan : Pranata

Wa.Ka. Ur. Sarpras. : Sumadi, Turahman

Wa.Ka. Ur. Humas : Marsidah, B.A.

Ka. Tata Usaha : Wahyono

(bagan Struktur Organisasi Sekolah Terlampir)

    1. Struktur Panitia Penerimaan Siswa Baru 2008

Penanggung Jawab : Kepala Sekolah

Ketua Panitia : Marsidah, B.A.

Wakil Ketua : Pranata

Sekretaris : Tien Sumartini, S.Pd.

Bendahara : Sri Heryanti

Bag, Perlengkapan : Sumadi, Turahman

Humas : Sukarno, S.Pd., Didik Agus S., S.Pd.

b. Diagram Arus Data :

DFD (Data Flow Diagram) Konteks

Diagram Konteks

DFD Level 0

    1. Diagram Relasi Entitas

  1. Teknologi yang dipakai dalam sistem : dengan komputer dan manual

  2. Persoalan dan peluang yang ada berdasarkan PIECES framework :

  1. Persoalan yang sekarang ada berdasarkan PIECES framework :

  1. Performance : saat ini kinerja sistem dapat dibilang cukup baik, hanya saja belum terkomputerisasi.

  2. Information : informasi yang disajikan saat ini kurang interaktif.

  3. Economics : belum ada keuntungan dari sistem saat ini.

  4. Control : keamanan masih baik melihat lingkungan yang masih stabil.

  5. Efficiency : saat ini masih dapat dibilang belum efisien baik dari sisi panitia dan si pendaftar dalam melakukan prosesnya masing-masing.

  6. Service : layanan yang diberikan saat ini cukup baik.

  1. Peluang perbaikan berdasarkan PIECES framework :

  1. Performance : dengan adanya SI PSB yang tersusun rapi, maka kinerja PSB di SMP 1 Kertek dapat ditingkatkan.

  2. Information : informasi dapat disajikan dengan lebih interaktif dan komunikatif

  3. Economics : keuntungannya berkas tersimpan rapi dan mudah dicari jika suatu saat akan digunakan lagi dan secara tidak langsung dapat mengurangi anggaran yang tadinya digunakan untuk membeli kertas formulir, biaya print formulir, dan biaya penggandaan formuli.

  4. Control : keamanan sistem lebih terjaga karena adanya pembagian level user.

  5. Efficiency : bagi panitia dan pendaftar akan lebih nyaman dan mudah dalam melakukan proses masing-masing, dalam hal ini panitia melakukan proses melayani pendaftar, dan si pendaftar melakukan proses pendaftaran.

  6. Service : layanan lebih baik

  1. ANALISA KEBUTUHAN PENGGUNA

Dalam sistem Penerimaan Siswa Baru ini ditujukan pada Panitia Penerimaan Siswa Baru dan Calon Siswa Baru, untuk mempermudah dan efisiensi dalam proses penerimaan siswa baru. Sistem ini ditampilkan dengan sederhana agar mudah di mengerti dan diterapkan, karena kami juga memberikan petunjuk penggunaan sistem ini.

  1. DAFTAR PUSTAKA

http://www.Ilmu-Komputer.com/

  1. LAMPIRAN

Daftar Pertanyaan Wawancara:

      1. Bagaimana Sistem Penerimaan Siswa Baru di SMP 1 Kertek?

      2. Siapa sajakah yang terlibat dalam Penerimaan Siswa Baru?

      3. Apakah menurut Bapak sistem yang diterapkan sudah efektif?

      4. Apa sajakah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan agar lebih efektif?

      5. Bagaimana rencana sistem Penerapan SiswaBaru yang akan diterapkan untuk tahun depan?

Lampiran Struktur Organisasi Sekolah

STRUKTUR ORGANISASI SMP 1 KERTEK

Keterangan :

: Garis Koordinasi

: Garis Komando



{July 19, 2008}   tugas DNS



{April 30, 2008}   TUGAS JARKOM

ospf merupakan protokol routing yang kompleks dan memakan resource komputer.
dengan protokol ini router dapat dibagi menjadi beberapa jalan.
ospf merupakan interior routing protokol yang kepanjangan dari open shortest path first.
ospf didesign oleh IETF(Internet Enginering Task Force)yang di kembangkan dari SPF (Shortest path first).
OSPF diturunkan dari beberapa periset seperti Bolt, Beranek, Newmans.dan ber sifat open, dipublikasikan pada RFC no 1247.
karakteristik OSPF :
1. Menggunakan algoritma link-state
2. membutuhkan waktu CPU dan memori yang besar
3. Tidak menyebabkan routing loop
4. dapat membentuk heirarki routing menggunakan konsep area
5. cepat mengetahui perubahan pada jaringan
6. Dapat menggunakan beberapa metrik
Cara Kerja :
Dengan menggunakn link-state protokol yang memungkinkan u/ membentuk tabel routing scr herarki.
Ospf bekerja dengan membentuk sebuah peta network yang dipelajari berdasarkan informasi dari router-router yang berada dalam
neighbour.yang berpusat pada local host.dari local host-host tersebut akan ada cost u/ menuju network lain
yang ditentukan dari hasil perhitungan.
istilah -istilah umum pada OSPF
* Area yaitu letak dimana sebuah network, router dan host biasa.
* Backbone adl area yg khusus dimana area-area saling terhubung.
* Stub Are adl area dimana hanya terdapat sebuah getway/ router, tdk ada alternatif lain.
setiap router dlm protokol link-state perlu membentuk adjacency dgn router tetangganya.
pada jaringan multi-akses, tetangga setiap router dapat lebih dari satu.
netmask dan Wildcard
wildcard adl kebalikan dari netmask
ex: netmask 255.255.0.0 berarti wildcardnya 0.0.255.255
contoh OSPF
donald:-# telnet 10.252.101.10
Trying 10.252.101.10…
connected to 10.252.101.10.
Escape Chracter is ‘^’]’.
User access Verification
Password:
cisco3600>en
Password:
cisco3600#conf t
Enter configuration command, one per line. End with CNTL/Z.
cisco3600 (config)#router ospf 1
cisco3600 (config-router)#network 10.252.101.0 0.0.0.255 area 0
cisco3600#
keterangan :
- Untuk memulai”router ospf 1″ dimana 1 adl ID dari router tsb.
- Kemudian masukkan jaringannya dengan perintah”network 10.252.101.0
0.0.0.255 area 0″, yg artinya mendaftarkan network 10.252.101.0/24 di area 0(backbone)
- ^Z u/ kembali ke prompt.

1. masphie-lutfi.blogspot.com

2. tozhablue.blogspot.com



{April 30, 2008}   TUGAS OSPF

ospf merupakan protokol routing yang kompleks dan memakan resource komputer.
dengan protokol ini router dapat dibagi menjadi beberapa jalan.
ospf merupakan interior routing protokol yang kepanjangan dari open shortest path first.
ospf didesign oleh IETF(Internet Enginering Task Force)yang di kembangkan dari SPF (Shortest path first).
OSPF diturunkan dari beberapa periset seperti Bolt, Beranek, Newmans.dan ber sifat open, dipublikasikan pada RFC no 1247.
karakteristik OSPF :
1. Menggunakan algoritma link-state
2. membutuhkan waktu CPU dan memori yang besar
3. Tidak menyebabkan routing loop
4. dapat membentuk heirarki routing menggunakan konsep area
5. cepat mengetahui perubahan pada jaringan
6. Dapat menggunakan beberapa metrik
Cara Kerja :
Dengan menggunakn link-state protokol yang memungkinkan u/ membentuk tabel routing scr herarki.
Ospf bekerja dengan membentuk sebuah peta network yang dipelajari berdasarkan informasi dari router-router yang berada dalam
neighbour.yang berpusat pada local host.dari local host-host tersebut akan ada cost u/ menuju network lain
yang ditentukan dari hasil perhitungan.
istilah -istilah umum pada OSPF
* Area yaitu letak dimana sebuah network, router dan host biasa.
* Backbone adl area yg khusus dimana area-area saling terhubung.
* Stub Are adl area dimana hanya terdapat sebuah getway/ router, tdk ada alternatif lain.
setiap router dlm protokol link-state perlu membentuk adjacency dgn router tetangganya.
pada jaringan multi-akses, tetangga setiap router dapat lebih dari satu.
netmask dan Wildcard
wildcard adl kebalikan dari netmask
ex: netmask 255.255.0.0 berarti wildcardnya 0.0.255.255
contoh OSPF
donald:-# telnet 10.252.101.10
Trying 10.252.101.10…
connected to 10.252.101.10.
Escape Chracter is ‘^’]’.
User access Verification
Password:
cisco3600>en
Password:
cisco3600#conf t
Enter configuration command, one per line. End with CNTL/Z.
cisco3600 (config)#router ospf 1
cisco3600 (config-router)#network 10.252.101.0 0.0.0.255 area 0
cisco3600#
keterangan :
- Untuk memulai”router ospf 1″ dimana 1 adl ID dari router tsb.
- Kemudian masukkan jaringannya dengan perintah”network 10.252.101.0
0.0.0.255 area 0″, yg artinya mendaftarkan network 10.252.101.0/24 di area 0(backbone)
- ^Z u/ kembali ke prompt.



{March 2, 2008}   tugas jarkom

Untuk tugas jarkom ada beberapa yang dapat saya informasikan. Jumlah komputer di tempat magang hanya ada satu digunakan untuk keperluan administraasi sekolah. Belum ada topologi yang digunakan apalagi internet. Belum mempunyai lab komputer sehingga belum mempunyai bayanngan untuk membeliĀ  komputer dalam jumlah yang cukup untuk proses KBM.

Demikian informasi yang dapat saya sampaikan.



{March 2, 2008}   Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!



et cetera